Minggu, 01 Mei 2011

Contoh Proposal Skripsi/Hubungan Keselamatan Dengan Produktivitas Kerja/Singgih Rudianto/AP/MTL-16

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Di era globalisasi yang semakin berkembang sekarang ini manusia    merupakan sumber  daya perusahaan  yang sangat produktif dalam melaksanakan  aktifitas dan rutinitas dari sebuah perusahaan pelayaran. Maka dari itu perusahaan melakukan berbagai cara untuk menarik supaya karyawanya dapat nyaman untuk bekerja dan terus inovatif serta royal terhadap perusahaan. Karena dengan adanya produktifitas karyawan yang tinggi diharapkan perusahaan akan lebih produktif sehingga dapat bersaing dalam pasar global.
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar – benar selalu memperhatikan dan menjamin keselamatan karyawannya dari kecelakaan kerja dan juga penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan kerjanya. Maka dari itu perusahaan membuat peraturan tentang keselamatan kerja yang harus di patuhi dan dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan pimpinan perusahaan.
Kapal merupakan salah satu contoh sebuah organisasi yang di pimpin oleh Nahkoda. Memiliki anak buah yang produktif sudah tentu menjadi keinginan Nahkoda. Sayangnya, sering kali tak banyak yang biasa melakukanya. Mungkin sering banyak halangan, baik dari dalam diri maupun dari luar yang menghambat kerja anda. Sehingga apa yang anda lakukan menjadi tidak efektif. Tidak efektif menyebabkan anda tidak produktif. padahal, kita semua tahu kalau produktifitas berhubungan dengan kesuksesan anda sebagai seorang Nahkoda di kapal.
Merupakan suatu kenyataan dalam kehidupan organsasi kapal  bahwa  nahkoda  memainkan peranan yang  amat  penting. Dapat  dikatakan sangat  menentukan, dalam  usaha pencapaian tujuan yang  telah ditetapkan oleh perusahaan. Nahkoda, baik secara individual maupun sebagai bagian dari kelompok, tidak mungkin dapat bekerja sendirian. Nahkoda membutuhkan sekelompok orang lain, yang dengan istilah populer dikenal sebagai anak buah, yang  digerakkan sedemikian rupa  sehingga  para  anak buah itu memberikan loyalitasnya  kepada  organisasi, terutama  dalam  cara  bekerja  yang  efisien, efektif, ekonomis dan produktif.
Dalam peraturan pemerintah bahwa penyelenggaraan tugas-tugas Makamah Pelayaran dalam pemeriksaan kecelakaan kapal sangat di tentukan oleh tingkat profesionalisme dan kontinuitas para angota Makamah Pelayaran tersebut.Dalam pelaksanaan tugas-tugasnya Makamah Pelayaran, khususnya dalam melakukan pemeriksaan kecelakaan kapal, sangat di perlukan anggota Makamah Pelayaran yang betul-betul memahami masalah teknis perkapalan termasuk aspek-aspek hukum yang meliputinya. Sehingga anggota Makamah Pelayaran adalah tenaga ahli dari berbagai bidang ilmu pengetahuan dan berpengalaman, dimana tenaga ahli ini relatif sangat terbatas. Sementara itu  untuk tetap menjamin kualitas kerjanya, pengangkatan anggota Makamah Pelayaran di lakukan sangat selektif, dimana unsur profesionalisme, keahlian, kemampuan, pengalaman, dan ketelitian menjadi syarat yang harus di perhatikan dan dipenuhi. Namun demikian, mengingat tugas dan tangung jawab yang bersangkutan untuk mampu melakukan pemeriksaan kecelakaan kapal, serta untuk pembinaan karir dan meningkatkan kesejahteraan Anggota Makamah Pelayaran, maka perlu mengubah beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1998 tentang pemeriksaan Kecelakaan Kapal tersebut sesuai dengan kebutuhan riil.
Dalam ISM Code ( International Safety Management Code ) standar nasional untuk manajemen keselamatan pengoperasian kapal-kapal dan pencegahan pencemaran laut. ISM Code, Code manajemen international untuk pengoperasian kapal yang aman dan pencegahan pencemaran yang di adopsi oleh IMO berdasarkan resolusi A.741 (18) yang kemudian mungkin akan di amandemen oleh IMO. Ditetapkan wajib memahami ISM Code, siapapun yang sedang atau akan bekerja pada bidang pengoperasian kapal, baik personil di darat maupun personil di kapal.
Sejarah lahirnya ISM Code berawal dari kecelakaan di laut,di lepas pelabuhan Zeebruge,Belgium pada tanggal 1987 pukul 19.05 Waktu setempat,sebuah kapal Roro Ferry “ The Herrald Of Free Enterprise ” tenggelam setelah 4 menit meningalkan dermaga melaju keluar pelabuhan dengan kecepatan 14 knot tujuan DOVER ( di selatan Inggris ), dimana Bow Door tidak tertutup rapat. Kapal yang di awaki 18 personil, mengangkut 81 kendaraan roda empat ( mobil ), 47 Freight Vehicles,dan kurang lebih 460 penumpang telah mengalami musibah dan berakhir dengan korban 150 jiwa penumpang 38 crew. Dari hasil investigasi,musibah ini disebabkan oleh kesalahan manajemen ( Lack Of Management ), yang berpangkal pada faktor kelalaian manusia ( Human error ), Apakah pada waktu itu ada petugas di darat / dermaga yang menjamin bahwa “Bow Door”atau “Ram Door”setelah tertutup rapat sebelum meningalkan dermaga?.
Sasaran ISM Code untuk mencapai bahwa dalam hal menjamin keselamatan di laut :
1.      Mencegah kehilangan atau kecelakaan jiwa manusia.
2.      Menghindari kerusakan lingkungan laut.
3.      Hilangnya harta benda.
4.      Implementasi efectif dan pemberlakuan dari padanya oleh administrasi.
5.      Memenuhi dengan peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan yang di wajibkan berhubungan dengan keselamatan operasi kapal-kapal dan perlindungan lingkungan.
Dari  kenyataan tersebut  di  atas nahkoda tidak dapat melakukan pekerjaan sendiri. Keberhasilan organisasi  ditentukan oleh hasil  kerja  yang dilakukan orang lain ( bawahan ). Untuk melaksanakan tugas sebagai seorang manajer ( Nahkoda ) ia harus membagi-bagi  tugas  dan pekerjaan tersebut  kepada  seluruh  pagawai  yang ada  dalam  unit kerjanya  sesuai  hierarkhi. Nahkoda harus  mampu menciptakan suasana  yang kondusif, memberikan perhatian, penghargaan terhadap prestasi  kerja dan menjalin komunikasi yang baik dengan ABK.
Untuk menciptakan kondisi  demikian, diperlukan adanya  usaha-usaha  untuk meningkatkan     kualitas  dan kepuasan  kerja  bagi  setiap ABK. Ini  dimungkinkan  bila  terwujudnya  peningkatan keselamatan  kerja  ABK  secara  optimal. Sebab bagaimanapun  juga  tujuan organisasi/perusahaan, salah satunya  adalah untuk meningkatkan  kesejahteraan dan kepuasan kerja ABK. Dalam  usaha  pencapaian tujuan organisasi  yang  telah ditetapkan sebelumnya  tugas  Nahkoda adalah untuk memberdayakan semua  sumber-sumber  yang  ada  didalam  organisasi, terutama sumber daya manusianya terutama di atas kapal yang dipimpinya. Namun yang menjadi permasalahan pada PT. Meratus Line Surabaya saat  ini, yaitu wewenang nahkoda yang belum begitu      dominan terhadap masalah - masalah  sumber  daya  manusia, keuangan serta pengembangan lainnya.  Karena Nahkoda dalam  membagi-bagi  tugas terkadang masih didasari  atas  rasa  pilih kasih, hanya terhadap orang - orang tertentu, bukan berdasarkan tugas pokok dan fungsi  yang ada. Hal ini akan menimbulkan sikap apatis, tidak bersemangat, ragu-ragu dan takut salah, kecewa, masa  bodoh, putus  asa, menjadikan kegiatan yang  ada  tidak  berjalan sebagaimana  mestinya. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas kerja. Dari uraian diatas maka penulis memilih judul : “HUBUNGAN KESELAMATAN  TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA ABK (ANAK BUAH KAPAL) KM. MARINA STAR 3 PADA PT. MERATUS LINE SURABAYA”
B.     Perumusan Masalah
  1. Identifikasi Masalah
Penulis menyadari bahwa pengetahuan dan waktu yang dimiliki sangat terbatas, maka identifikasi masalah yang dapat penulis kemukakan sebagai berikut :
a.       Belum maksimalnya para perwira memberikan penyuluhan keselamatan.
b.      Keselamatan kerja anak buah kapal belum maksimal
c.       Kurang disiplinnya anak buah kapal
d.      Masih minimalnya pendidikan dan pelatihan oleh perusahaan
  1. Pembatasan Masalah
Bertolak dari identifikasi masalah di atas maka pada penelitian ini penulis membatasi diri pada hal-hal yang berkaitan dengan analisis pengaruh keselamatan terhadap produktifitas kerja ABK
  1. Pokok Permasalahan
Pertanyaan yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah :
a.       Bagaimana penerapan keselamatan pada ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
b.      Bagaimana produktifitas kerja ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
c.       Sejauh mana pengaruh keselamatan terhadap produktifitas kerja ABK (Anak Buah Kapal) ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.


C.    Tujuan dan Manfaat Penelitian
  1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:
a.       Untuk mengetahui bagaimana penerapan keselamatan pada ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
b.      Untuk mengetahui bagaimana produktifitas kerja ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
c.       Untuk menganalisis sejauh mana pengaruh keselamatan terhadap produktifitas kerja ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
  1. Manfaat Penelitian
a.       Bagi Penulis
Penelitian ini berguna sebagai masukan dan menambah pengetahuan tentang hubungan keselamatan dengan produktifitas kerja awak kapal KM. Marina Star 3 yang diterapkan pada perusahaan yang bersangkutan.
b.      Bagi Lembaga Pendidikan
Bersama ini penulis ingin berpartisipasi dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan terhadap produktifitas kerja awak kapal KM. Marina Star 3 maupun instansi yang terkait serta rekan-rekan Mahasiswa / Mahasiswi STMT Trisakti khususnya Prodi MTL ( Manejemen Trandport Laut ).
c.       Bagi Masyarakat
Dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang manajemen dan sumbangan untuk dijadikan tambahan pembendaharaan kepustakaan bagi STMT Trisakti.

D.    Metodologi Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kuantitatif, dimana dari kuesioner kemudian diangkakan. Dimana dalam penelitian ini meliputi variabel bebas ( variabel independen ) dan variabel tidak bebas ( variable dependen ). Yang menjadi variabel bebasnya dalam penelitian ini adalah keselamatan dan yang menjadi variabel tidak bebasnya adalah produktifitas  kerja anak buah kapal.
Dalam mengumpulkan data untuk memecahkan masalah pada penyusunan skripsi ini maka metode yang digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Metode Pengumpulan Data
a.      Penelitian Lapangan ( Field Research )
Yaitu Penelitian yang dilakukan  dengan cara melakukan penelitian langsung  pada lokasi yang dilaksanakan di KM. Marina Star 3, waktu dan objek penelitian untuk memperoleh data dan informasi dalam penyusunan skripsi ini, yaitu dengan cara :
1)      Pengamatan ( Observasi )
Yaitu Tehnik pengumpulan data dengan cara pengamatan langsung dilapangan terhadap anak buah kapal KM. Marina Star 3.
2)      Daftar Pertanyaan ( Quesioner )
Yaitu tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan pertanyaan kepada para responden, dimana penulis membuat dan menyiapkan daftar pertanyaan untuk dijawab, penulis mengutamakan metode  quesioner ini yang akan digunakan dalam pembahasan.
Data utama penelitian akan dihimpun melalui quisioner yang ditujukan kepada 40 orang responden, jawaban responden yang bersifat kualitatif selanjutnya akan diolah menjadi kuantitatif melalui proses pembobotan menurut skala Likert dengan rincian sebagai berikut :
a)      Keselamatan
Sangat Setuju (SS)                         = 5
Setuju (S)                                       = 4
Ragu-ragu (RG)                             = 3
Tidak Setuju (TS)                           = 2
Sangat Tidak Setuju (STS)            = 1
b)      Produktifitas kerja anak buah kapal
Sangat Setuju (SS)                        = 5
Setuju (S)                                      = 4
Ragu- ragu (RG)                           = 3
Tidak Setuju (TS)                          = 2
Sangat Tidak Setuju (STS)           = 1
3)      Populasi dan Sampel
Populasi adalah kumpulan yang lengkap dari seluruh elemen sejenis yang biasa dibedakan ( distinguishable ) yang menjadi objek penelitian ( J.Supranto; 2001 : 42  ).
Sampel adalah sebagian dari populasi, dalam penelitian ini pengambilan sample menggunakan tehnik purposive sampling atau sampling secara sengaja karena penulis adalah anak buah kapal.
4)    Wawancara ( Interview )
Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara bertanya langsung pada pihak-pihak yang berhubungan dengan materi yang dibahas.
b.      Penelitian Kepustakaan ( Library Research )
Yaitu tehnik pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat dan mengumpulkan bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan penelitian baik berupa buku, artikel, peraturan-peraturan, dokumen-dokumen dan karya ilmiah lainnya termasuk majalah dan buletin.
  1. Tehnik Analisis Data
a.      Analisis Regresi Linier Sederhana
Untuk mengetahui pengaruh variabel keselamatan (X) dengan variabel produktifitas kerja anak buah kapal (Y) akan dilakukan analisis regresi linear sederhana dengan rumus ( Suharsimi Arikunto : 2006 : 36 ) :
Y = a + bX
Dimana :
Y = Variabel independen dalam hal ini motivasi
X = Variabel independen dalam hal ini kepuasan kerja anak buah kapal
a  = Konstanta
b = Koefisien regresi
n = Jumlah sample observasi

Untuk mengetahui nilai a dan b digunakan rumus :

 dan

b.      Analisis Koefisien Korelasi Sederhana
Koefisien korelasi merupakan alat untuk mengetahui kuat atau lemahnya pengaruh variabel X dan variabel Y. Koefisien korelasi pearson dapat dicari dengan rumus ( Suharsimi Arikunto : 2006 : 123 ) sebagai berikut :
 
Dimana :
r  =  Koefisien korelasi
n  =  Jumlah sample yang digunakan
X = Variabel independen dalam hal ini motivasi
Y  = Variabel independen dalam hal ini kepuasan kerja anak buah kapal
Dari perhitungan koefisien korelasi di atas maka akan didapat hasil sebagai berikut :
1)      Jika r = 0 atau mendekati 0 berarti pengaruh variabel X dan Y sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali.
2)      Jika r = + 1 atau mendekati +1 berarti pengaruh variabel X dan Y sangat kuat dan positif.
3)      Jika r = -1 atau mendekati  -1 berarti pengaruh variabel X dan Y sangat kuat, namun negatif.

Tabel I.1
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi

Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,80-1,000
Sangat Kuat
0,60-0,799
Kuat
0,40-0,599
Sedang
0,20-0.399
Rendah
0,40-0,599
Sangat rendah
    Sumber : Sugiono (2007 : 183)
c.       Analisis Koefisien Penentu
Analisis ini digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi  variabel X terhadap naik turunnya variable Y. Koefisien penentu dicari dengan rumus ( J. Supranto : 2001 ; 150 ) sebagai berikut :
                  Kp  =  r2 x 100 %
d.      Analisis Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan harga t hitung dengan t table
1)      Hipotesis awal
Ho : r = 0        berarti variable x tidak mempunyai hubungan dengan variable Y.
Ha : r > 0        berarti variable X mempunyai hubungan dengan variable Y.
2)      Untuk mengetahui nilai t hitung digunakan rumus ( J.Supranto : 2001 : 182 ) sebagai berikut:
thitung=
3)      Bandingkan hasil observasi dengan table, dimana t = t table pada α = 0,05 atau 5% dan df = n-2
4)     
Ho ditolak
 
Dalam skripsi ini uji hipotesis yang penulis lakukan adalah menggunakan uji satu arah ( One tail )
  Ho diterima
 









5)      Kesimpul
5)      Kesimpulan
a)      Bila t hitung < t table maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh keselamatan terhadap produktifitas  kerja ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
b)      Bila t hitung > t table maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh keselamatan terhadap produktifitas  kerja ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 pada PT. Meratus Line Surabaya.
E.     Hipotesis
Adapun hipotesis yang diambil penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Diduga terdapat hubungan keselamatan terhadap produktifitas kerja ABK (Anak Buah Kapal) KM. Marina Star 3 Pada PT.  Meratus Line Surabaya“.
F.     Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai materi yang dibahas dalam penulisan skripsi ini, penulis menyusun sistematika pembahasan sebagai berikut :       
BAB  I         PENDAHULUAN
                     Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah,  ruang  lingkup dan pembatasan masalah, rumusan permasalahan, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan.
BAB  II        LANDASAN TEORI
                     Dalam bab ini penulis menguraikan landasan teori yang  berisikan tentang pengertian-pengertian dari manajemen, keselamatan dan produktifitas kerja anak buah kapal. Juga menguraikan mengenai kerangka berpikir penulis.
BAB III       GAMBARAN UMUM PT. MERATUS LINE SURABAYA
                     Dalam bab ini membahas mengenai gambaran umum lokasi penelitian yang meliputi sejarah singkat, susunan organisasi dan ruang lingkupnya beserta tugas dan tanggung jawab perusahaan dan juga penjelasan mengenai kegiatan yang berhubungan dengan motivasi dan kepuasan kerja ABK.
 BAB  IV     ANALISIS DAN PEMBAHASAN
                     Dalam bab ini akan disajikan laporan hasil penelitian yang terkait dengan hasil analisis motivasi terhadap kepuasan kerja ABK dengan menggunakan rumus statistik yang tertera pada Bab I dan kondisi kepuasan kerja anak buah kapal.
BAB  V        PENUTUP
                     Dalam bab ini penulis menarik kesimpulan dari hasil pembahasan yang telah diuraikan pada Bab IV dan mengemukakan saran-saran yang berhubungan dengan pembahasan dan penelitian serta sumbangan pemikiran yang didapat dari hasil penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar